Senin, 30 April 2012

Seribu Biskuit untuk Penderita Gizi Buruk DAGO – Indonesia rentan akan gizi buruk bagi anak, dimana Indonesia merupakan negara keempat di dunia yang paling padat penduduk dengan lebih dari 76 juta anak. Selain itu, ketidakstabilan ekonomi, politik, bencana alam dan ketidakadilan distribusi sumber daya, menjadikan anak-anak tumbuh secara tidak proporsional. Indonesia Save the children Week yang berkembang hampir di 14 provinsi di Indonesia, berupaya mengubah kehidupan anak-anak serta keluarganya. Bertepatan dengan Hari Kekurangan Gizi Internaional yang jatuh pada 29 April 2012, komunitas yang menamakan Nyusur History Indonesia, menggelar kampanye peduli akan gizi anak, selain itu mereka menggalang 1.000 biskuit dan susu untuk gizi di Indonesia, serta penggalangan Dana. “Untuk penggalanan dana akan diberikan kepada korban bencana baik bencana alam konflik, dan untuk Indonesia sendiri diselenggarakan di Bandung, dan ini serempak hari ini di seluruh dunia,” ujar Koordinator Nyusur History Indonesia Wanggi Hoediyanto, saat di temui di acara kampanye CDF, Jl Djuanda, Minggu (29/4). Lebih lanjut, Wanggi mengatakan bahwa acara tersebut akan berlangsung dari 29 April sampai 5 Mei 2012. Acara ini merupakan gerakan serentak seluruh dunia dan Bandung merupakan pusat untuk gerakan kepedulian di Indonesia. “Kami dan ribuan orang di seluruh Dunia, mengumpulkan materi (bentuk apapun selain uang, red), untuk gerakan nyata untuk anak seluruh dunia, baik penggalangan dari rumah ke rumah, jalanan, tempat-tempat umum, dan untuk Indonesia sendiri kita akan sebar di wilayah Bandung, dimana selain kita kekuarangan sumber daya, Jawa Barat atau Bandung masih terdapat Anak yang mengalami gizi buruk,” ujarnya. (jat)

Tidak ada komentar: